RUANG
Nona, apa yang membuatmu menyipitkan mata ?
Entahlah tuan, Rasa-rasanya ada sesuatu didepan sana
Sesuatu itu samar, tapi aku yakin itu nyata
Apa kau juga melihatnya tuan ?
Katanya, tidak nona. aku tidak melihat apa-apa
Hanya ruangan hampa tanpa warna dan suara
Ah, kau benar tuan.
Ini hanya pemikiran liar ku saja
Apa yang bisa aku harapkan dari ruang hampa itu ?
Tidak ada kan ?
Jika hampa ya hampa saja
Tanpa warna, tanpa suara, tanpa apapun didalamnya
Nona
Kamu tidak salah, tapi tidak benar juga
Apa maksudmu tuan ?
Kau jangan membuatku semakin bingung dengan pemikiran bodoh ku ini
Apa yang kamu harapkan berada di sana ?
Wujudkan, ujar nya
Tidak bisa tuan
Ruangan itu terlalu kecil, gelap, Hampa, juga Kotor
Apa yang aku harapkan terlalu besar jika diletakkan di ruangan itu, ujarku
Nona...
Benar katamu, ruangan itu kecil
Tapi harapanmu besar
Penuhi ruangan itu dengan harapanmu
Wujudkan, buktikan bahwa harapanmu bukan sekedar harapan
Bagaimana caranya tuan ?
Aku tidak punya keberanian
Aku tidak punya apa-apa
Aku juga tidak punya siapa-siapa
Lalu dia berujar, sambil mengulurkan tangan
Ikut aku nona, kita wujudkan bersama-sama
Komentar
Posting Komentar